 |
.jpg) |
.jpg) |
 |
| Arya Wiralodra |
R Djalari |
R Rolat |
R Sosrowardjoyo |
 |
 |
 |
 |
| RAA M Soediono |
MI Syafiuddin |
Moch Ichlas |
Moch Cholil |
 |
 |
![HA Dasuki]](Images/25.-HA-Dasuki-1960-1965.jpg) |
 |
| RD Said P |
R Hasan S |
HA Dasuki |
M Dirlam |
 |
 |
 |
 |
| R Hadiyan S |
HA Djahari |
Adang Suryana |
Ope Mustofa |
 |
|
|
|
| Irianto MS S |
|
|
|
SEJARAH INDRAMAYU
Pada abad ke-4 M, di tepi sungai Cimanuk telah berdiri sebuah kerajaan lokal yang bernama Kerajaan Manukrawa.
Permaisuri dari Raja Indraprahasta ke-3 Prabu Wiryabanyu (421M - 444M) yang bernama Nyi Mas Ratu Nilam Sari, berasal dari Kerajaan Manukrawa. Tetapi dalam sepuluh abad berikutnya tidak ada berita perihal kerajaan ini. Diduga telah terjadi musibah besar, kerajaan diterpa banjir bandang sungai Cimanuk, yang kadang-kadang terjadi dan masih terjadi sampai abad ke-19 M. (yang terakhir adalah 1850M).
Pada abad ke-14 M, baru terdengar adanya tempat pemukiman kecil penduduk, jauh di sebelah timur sungai Cimanuk, yaitu di desa Bungko, yang pada 1471M dikunjungi Sunan Gunung Jati Syarif Hidayatullah dalam da'wah Agama Islam.
Kecuali tempat tersebut, kawasan muara sungai Cimanuk sampai abad ke-15 kembali menjadi hutan belantara.
Readmore...
Sumber : Darma Ayu Nagari PEREKONOMIAN
Nilai PDRB Kabupaten Indramayu tahun 2006 atas dasar harga berlaku sebesar 31.895,39 milyar rupiah dan tanpa migas sebesar 10.813,76 milyar rupiah. PDRB tahun 2006 mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya menjadi 8.304,132 milyar rupiah dan tanpa migas Rp 1.931,228 milyar rupiah.
Jika dibandingkan tahun sebelumnya, PDRB mengalami peningkatan masing-masing sebesar 35,20 persen dengan minyak dan gas bumi dan 21,74 persen tanpa minyak dan gas. Untuk kontribusi PDRB, sektor yang paling banyak memberikan persentase kontribusi terhadap total PDRB 2006 adalah sektor pertambangan dan penggalian, sektor industri pengolahan, sektor pertanian, sektor perdagangan, sektor pengangkutan dan komunikasi, sektor jasa-jasa, sektor keuangan, sektor persewaan dan jasa perusahaan, sektor bangunan dan terakhir sektor listrik, gas dan air bersih.
Berdasarkan perhitungan PDRB atas dasar harga konstan 2000, laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Indramayu sebesar 5,10 persen. Dari sembilan sektor yang ada pada PDRB, semua sektor menghasilkan pertumbuhan yang positif. Sektor yang menghasilkan pertumbuhan ekonomi tertinggi adalah sektor Konstruksi/bangunan dengan kenaikan sebesar 14,20 persen. Dilanjutkan oleh kenaikan yang lebih kecil terletak pada sektor Perdagangan, Hotel & Restoran; Industri Pengolahan; Listrik, Gas & Air Bersih; Pengangkutan & Komunikasi; Jasa-Jasa; Keu. Persewaan, & Jasa Perusahaan; Pertanian. Kenaikan tersebut masing-masing 11,59; 8,59; 6,63; 5,56; 2,69; 2,05 dan 0,68 persen. Yang terakhir adalah sektor pertambangan dan penggalian dengan angka kenaikan 0,30 persen.
WILAYAH GEOGRAFIS
Apabila dilihat dari letak geografisnya Kabupaten Indramayu terletak pada 107° 52 ° - 108° 36 ° Bujur Timur dan 6° 15 ° - 6° 40 ° Lintang Selatan. Sedangkan berdasarkan topografinya sebagian besar merupakan dataran atau daerah landai dengan kemiringan tanahnya rata-rata 0 – 2 %. Keadaan ini berpengaruh terhadap drainase, bila curah hujan cukup tinggi, maka di daerah-daerah tertentu akan terjadi genangan air. Kabupaten Indramayu terletak di pesisir utara Pulau Jawa dan memiliki 10 kecamatan dengan 35 desa yang berbatasan langsung dengan laut dengan panjang garis pantai 114,1 Km.
Iklim
Letak Kabupaten Indramayu yang membentang sepanjang pesisir pantai utara P.Jawa membuat suhu udara di kabupaten ini cukup tinggi yaitu berkisar antara 18 Celcius- 28 ° Celcius. Sementara rata-rata curah hujan sepanjang tahun 2006 adalah sebesar 61,06 mm. Adapun curah hujan tertinggi terjadi di Kecamatan Kertasemaya kurang lebih sebesar 70 mm dengan jumlah hari hujan tercatat 2491hari, sedang curah hujan terendah terjadi di Kecamatan Pasekan kurang lebih sebesar 55 mm dengan jumlah hari hujan tercatat 683 hari.
Penggunaan Tanah
Luas wilayah Indramayu yang tercatat seluas 204.011 Ha terdiri atas 110.877 Ha tanah sawah (54,35%) dengan irigasi teknis sebesar 72.591 Ha, 11.868 Ha setengah teknis 4.365 Ha irigasi sederhana PU dan 3.129 Ha irigasi non PU sedang 18.275 Ha diantaranya adalah sawah tadah hujan. Sedang luas tanah kering di Kabupaten Indramayu tercatat seluas 93.134 Ha atau sebesar 45,65%. Bila dibandingkan dengan luas areal tanah sawah di tahun 2005 yakni 110.548 Ha tanah sawah atau 54,19% dari luas wilayah maka dapat terlihat kecenderungn perubahan penggunaan lahan. 
Kembali ke atas...
|